[repost] nichi nichi kore konichi “everyday is a beautiful day”

luigi russolo

Apa yang kalian ketahui mengenai noise music? Saya yakin sebagian dari kalian akan memikirkan Sonic Youth, Swans, atau Pixies, yang muncul seiring dengan membanjirnya music berlabel grunge yang dibawa oleh Nirvana, Pearl Jam, dan Soundgarden pada tahun 90-an di indonesia. Bila kalian mengira noise music adalah mereka, kalian salah (walaupun tidak salah sepenuhnya). Sejarah dari noise music muncul jauh sebelum mereka. Berbagai sumber mengatakan bahwa orang yang mulai menganggap noise sebagai musik adalah Luigi Russolo.

Lahir di Portogruaro pada 30 April 1885. Datang dari keluarga musik dan sangat serius untuk menjadi musisi. Ia kemudian pindah ke Milan pada tahun 1901 dan belajar seni di Accadaemia di Brera. Russolo aktif sebagai pelajar seni dan ikut ambil bagian dalam restorasi lukisan Leonardo Da Vinci – Last Supper di Santa Maria delle Grazie.

Kemudian ia bergabung dalam gerakan Futurist. Dan menyelami dunia suara melalui puisi. Ia ingin membuat sesuatu terhadap musik seperti apa yang telah dibuat oleh F.T Marinetti (seorang tokoh Futurist) terhadap puisi. Dan pada tahun 1913 ia mengerbitkan sebuah tulisan yang berjudul L’arte dei rumori atau The Art Of Noise

“Kehidupan masa lalu kesemuanya adalah keheningan. Pada abad ke-19, dengan ditemukannya mesin. Noise dilahirkan. Saat ini noise menguasai akal sehat manusia”.

Ia juga mempercaya bahwa irama dan nada telah ditetapkan semenjak awal sejarah, dan komponen yang kompleks seperti poliphony (banyak nada yang dimainkan secara bersamaan) adalah cara manusia untuk menambah kemajuan dari musik. Dalam perkembangannya musik telah mencapai kerumitan yang luar biasa. Dan Russolo menyimpulkan bahwa penggabungan noise ke dalam bahasa musikal ada langkah selanjutnya yang logis untuk menambah perkembangan dari musik. Ia kemudian menulis lagi

“Kita seharusnya membongkar kungkungan suara ‘musik yang murni’, dengan menguasai suara-suara noise yang tidak terbatas.. biarkan diri kita mengembara melalui kota-kota modern dengan telinga yang dipertajam, bukan dengan mata kita, nikmati perbedaan suara air, udara, atau gas di pipa-pipa metal, suara deru motor (yang bernafas dan bergetar seperti binatang), katup-katup yang bekerja, dentum piston, deru gerinda, berisik rel kereta, bendera dan kain yang melambai. Kita seharusnya menikmati orkestrasi bantingan pintu, gemuruh manusia, hiruk pikuk setasiun kereta, tambang, mesin cetak, dan pembangkit listrik”

Seiring dengan manifestonya, Luigi Russolo menciptakan sebuah alat yang bernama Intonarumori. Yaitu sekelompok akustik noise generator dengan bebagai kategori yang terpisah.

Intonarumori

Intonarumori

Setiap instrumen terbuat dari kotak kayu dengan pipa paralel dan speaker karton atau metal di bagian depannya. Performer alat ini memegang sebuah tuas yang bisa mengatur tinggi rendah nada. Terdapat 27 jenis intonarumori ini, dengan nama yang berbeda tergantung dari suara yang dihasilkan: melolong, petir, gemerisik, pecah, ledakan, dentuman, bisikan, dsb.

Intonarumori pertama kali ditampilkan pada tahun 1913 di Teatro Storchi Modena. Pada tahun 1914 dia mengadakan konser di Milan (Teatro Dal Verme), Genoa a(Politeama) dan London (Coliseum). Kemudian terjadi Perang Dunia I dimana Russolo menjadi relawan, bersama dengan teman-teman Futuristnya. Kemudian ia mengalami cedera yang cukup parah sehingga menghabiskan 18 bulan di berbagai rumah sakit.

Pada tahun 1921, setelah Perang Dunia I, ia mempresentasikan 3 konser di Paris, dan pada tahun 1922, turut berpartisipasi pada drama dari Filippo Tommaso Marinetti berjudul il tamburo di fuoco dengan memberi background musik dengan intonarumori.

Karena pertentangannya dengan fasism, Russolo menghabiskan wkatu antara 1927 sampai 1931 di paris. Kemudian pada tahun 1931 dia berpindah ke Tarragona di Spanyol, dimana ia mempelajari ilmu occult philosophy. Kemudian pada tahun 1933 ia kembali ke Italy, dan menerbitkan penyelidikan filosifisnya berjudul Al di la della materia (beyond matter) pada tahun 1938. Pada tahun 1941-1942, ia mendalami seni lukis kembali karena merasa frustasi dengan hidupnya yang dihabiskan sebagai pembuat instrument. Dan menciptakan sebuah gaya realis yang ia namai “classic-modern”. Russolo meninggal pada tahun 1947. Sisa eksperimentasi musikalnya hilang, dan intonarumori pun rusak karena terbakar pada Perang Dunia II.


John Cage

Selain Luigi Russolo. Ada satu lagi composer avant garde yaitu John Cage (5 September 1912 – 12 Agustus 1992). Ia merupakan composer sekaligus penulis, filsuf, dan ahli seni cetak dari Amerika. Ia sangat terkenal dengan komposisinya yaitu 4’33”. Komposisi 4”33’ adalah sebuah komposisi dimana pemain melakukan gerakan (dalam hal ini 3 gerakan) tanpa membunyikan satupun notasi. John Cage mendapatkan inspirasi mengenai komposisi ini di sebuah Anechoic Chamber di Universitas Harvard. (Anechoic chamber adalah sebuah ruangan kedap suara dengan desain yang khusus. Dimana tidak ada suara yang dipantulkan oleh dinding-dindingnya. Dan apabila ada suara yang dihasilkan di ruang tersebut. Tidak akan terjadi gaung,  selain itu anechoic chamber juga terisolasi dari ruang luar. Sehingga bila kita diam didalamnya maka kita benar-benar tidak mendengar apa-apa). Mitos mengatakan bahwa John Cage berdiam didalam anechoic chamber selama beberapa saat. Kemudian ia merasakan ada 2 suara kecil yang timbul, ada yang memiliki pitch tinggi ada yang rendah. Ketika ia menanyakan ke ahli teknis yang menjaga disitu. Ia mendapatkan jawaban bahwa suara tinggi adalah suara dari sistem syarafnya yang bekerja. Dan suara rendah berasal dari sirkulasi darahnya.

John Cage lalu menyimpulkan bahwa kita tidak dapat melarikan diri dari suara sampai kita mati. Sehingga ia mengekspresikan perasaannya itu melalu komposisi 4’33”.

Komposisi ini dimainkan oleh seorang pemain piano. Dimana dalam waktu tertentu ia berdiri membuka tutup piano-menutupnya-duduk-kemudian membukanya kembali, tanpa memainkan alat tersebut.

Kemudian John Cage mendalami berbagai ilmu spiritual dari timur. Salah satunya adalah I-Ching (book of changes). Ia kemudian membuat sebuah komposisi yang berjudul “music of changes”. Komposisi itu dibuat dengan cara melempar 3 koin. Dan melakukan pemilihan nada berdasarkan hasil dari lemparan-lemparan koin tersebut, sesuai dengan kaidah-kaidah I-Ching .

Selanjutnya John Cage makin tertarik dengan ide “changes” tersebut. Ia kemudian membuat sebuah komposisi berjudul imaginary landscape no.4 (1951). Komposisi dimainkan dengan 12 radio. Setiap radio dimainkan oleh 2 orang. Satu orang mengontrol frekuensi radio, yang satu lagi mengontrol volume radio. Cage menuliskan dengan detil scoringnya secara konvensional, menjelaskan kapan pemain mengganti frekuensi dan kapan menaik turunkan volume. Tentu saja suara yang dihasilkan sangat berbeda tergantung dimana komposisi itu dimainkan dan tergantung dari siaran radio apa yang sedang berlangsung.

John cage kemudian sering menerapkan kepercayaannya terhadap Zen Buddha dalam komposisi. Dijelaskan :

“Pertunjukkan ini adalah perayaan kehidupan – bukan sebuah usaha untuk memberi keteraturan atas kekacauan, bukan pula mengusulkan kemajuan atas penciptaan, tapi hanyalah untuk membangkitkan kehidupan yang kita jalani, yang sangat indah ketika seseorang bisa menyingkirkan akal dan hasrat darinya, dan membiarkannya berjalan sesuai dengan kodratnya.”

Tercermin dalam pepatah zen favoritnya, nichi nichi kore konichi yang berarti “everyday is a beautiful day”.

artikel ditulis di terrorincognita.multiply.com pada :

May 14, ’07 10:47 PM

Sumber :
http://www.ubu.com/historical/russolo/index.html
http://www.thereminvox.com/article/archive/31/
http://web.archive.org/web/20050305093832/switch.sjsu.edu/switch/sound/articles/wendt/folder6/ng632.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/John_cage

Shameless Self Promotion hehe. noise performance saya di bbrp event. thx.

Advertisements

One response to “[repost] nichi nichi kore konichi “everyday is a beautiful day”

  1. Pingback: Remah-remah Hidup Dalam Lantunan Nada | Champion Of Delay·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s