keep it simple stupid

Saya pernah membaca sebuah tulisan yg penuh dengan istilah2 ilmiah agar terlihat berbobot. Saya pikir tulisan yg penuh istilah ilmiah itu tidak membuat si penulis tampak lebih pintar, bahkan membuat ia tampak lebih bodoh, karena seperti kata pepatah “bila km tidak bisa menjelaskan subjekmu kepada nenekmu, maka kamu belum menguasai betul subjekmu tersebut”. Dengan menggunakan istilah ilmiah maka itu membuktikan ia belum memahami betul isi tulisannya hingga tak dapat menjelaskan dengan bahasa yg umum.
Lalu sebagai arsitek saya berpikir dalam berkarya apakah saya masih menggunakan “istilah” ilmiah, atau bahasa umum?
Lalu apakah bahasa ilmiah dalam berarsitektur yg mana pula bahasa umum?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s