ikatan emosional dalam arsitektur

Keberlanjutan sebuah karya arsitektur dalam ranah urban lahir dari rasa memiliki warga dan pengguna terhadap karya arsitektur tersebut. Agar rasa memiliki itu tumbuh, harus ada ikatan antara bangunan dan pengguna, ikatan fungsional tidak menimbulkan rasa memiliki, harus ada ikatan emosional. Salah satu cara menimbulkan ikatan emosional adalah melalui familiaritas, pengguna bangunan di “manusia”-kan, dihargai, dan di-“sayang”, salah satu caranya, membuat bangunan yg tidak berkesan “angker”, akses yg bebas tidak terlalu kaku, taman2 yg aksesibel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s