Be yourself? What self?

Saya paling engga ngerti dengan pernyataan, be yourself. Be yourself? Self? What is self? Kepribadian adalah kombinasi antara gen, dan konstruksi lingkungan budaya. Dan tentu saja karena konstruksi budaya, ia selalu berkembang seiring waktu, pengetahuan, pengalaman dll.Bagaimana jika “self” ini memiliki sifat2 yg tidak diinginkan, dan ingin berubah? Pernyataan “be yourself” jadi tidak relevan, karena menawarkan stagnasi, malah mentok. Misalnya saya seorang copet pasar, penghasilan di pasar segitu2 aja pengen jadi koruptor kakap. Kalau “be yourself” susah maju dong? Jadi copet terus.

Coelho pernah bilang : “don’t be yourself, be what u want to be, and the whole universe will guide you”namun “be what u want to be” adalah perubahan yang jujur, perubahan dari hati, bukan yang berpura-pura.

Pemahaman be yourself harus mungkin diperjelas konteksnya karena bisa-bisa misguiding, bahwa dalam mencapai suatu goal tidak perlu berpura2 dan melawan kata hati. Ya kata kuncinya adalah tidak berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan dirimu atau don’t be pretensious. Mungkin analoginya jika saya adalah copet pasar, ya di kartu bisnis saya, tulisan pekerjaan harusnya ya copet pasar bukan yg lain. Berlaku jujur memang berat bahkan kadang pahit. tapi menjadi pretensious walaupun nampak lebih mudah, akan menjadi masalah di masa datang. Mungkin lebih tepat “true to yourself” atau singkatnya “jujur”. daripada “be yourself”.

What do u think?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s