suatu sore di freedom institute public library

12/1/2011

Sore ini di freedom institute public library. Cuaca yang mendung diluar turut mendinginkan pendingin udara beberapa derajat, hingga jari-jari kaku untuk mengetik dan menulis, sedikit menyesal tadi lupa membawa sweater dari rumah.
Berada diantara rakrak buku setinggi eternit yang ditanam dalam dinding memberi ketenangan, membuat saya lupa hirukpikuk mesin dan macet kendaraan diluar sana.

Tidak ada tujuan tertentu keberadaan saya di public library kali ini, hanya ingin menghabiskan waktu. Pengunjung hari ini cukup padat, tapi setelah saya perhatikan kebanyakan memakai laptop dan membuka facebook, ah nampaknya tawaran wifi gratis lebih menarik daripada tumpukan bukubuku ini :)
Pelahan tanpa tergesa saya mencermati bukubuku yang menarik di rak filsafat dan sains, memang di perpustakaan ini yang cukup lengkap adalah bukubuku filsafat dan ilmu sosial politik, dan sedikit sains.
Saya menuju meja pilihan saya, terletak di tepi ruangan, mendapatkan cahaya matahari alami, dan ada view ke taman. Perfect.

Buku yang saya ambil diantaranya : the demon haunted world-carl sagan, the emperor’s new mind-roger penrose, beberapa buku dari richard feynman dan introducing series untuk trotsky dan camus.
Buku dari carl sagan, penrose dan feynman sangat menarik karena mereka adalah para pakar sains (sagan – astrofisika, penrose-matematika, feynman-fisika quantum) yang mampu membahasakan bahasa ilmiah ke bahasa awam yg disusun secara menarik, richard dawkins bahkan berkata “he (carl sagan) is wise, humane, polymathic, witty, well read, and incapable of composing a dull sentence”. Hmmm sepertinya harus saya kopi buku-buku ini.

Lalu saya membaca introducing camus, sebuah komik biografi, menarik, karena camus memiliki filosofi hidup yang distingtif yaitu The Absurd semacam sikap hidup yang nihilistik namun tetap positif, saya jadi membayangkan Ayn Rand, yg novelnovelnya adalah penjelasan dari filsafatnya yaitu objetivism. Ceritacerita Camus pun begitu, berkisar mengenai The Absurd dan pemujaannya pada pantai mediteran, matahari, sex dan sepakbola :D sepertinya novelnovel camus harus saya baca satu persatu, mulai the stranger (sedikit kafkaesque), the plague (kristalisasi perasaan camus terhadap penyakit bronchitis yang dideritanya, the fall (salah satu novel terbaiknya yang sebagian besar adalah monolog).
Dibalik filsafat hidupnya yang nihilistik itu camus pada dasarnya adalah seorang humanis, pasifis, yang mengingkinkan kehidup setara antara penduduk asli dan kolonial di algeria (negeri asalnya).

Selanjutnya.. Introducing trotsky, tokoh sosialis besar yang ingin dihapus dari sejarah oleh stalin hehehe asik.

Advertisements

One response to “suatu sore di freedom institute public library

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s