(a late post) Tentang kuliah umum Kengo Kuma

*) maaf postingan reportase yang sangat-sangat terlambat. malas upload dari pc hehe, #yaudahlahya

Saya ke gedung bioskop, tidak untuk nonton bioskop

Sore itu mendung menggantung di jakarta, tapi tidak bisa menahan energi dan excitement yang terpancar dari arsitek-arsitek dan mahasiswa arsitektur yang sudah berkerumun di lobby Blitz Megaplex untuk menanti kuliah umum dari Kengo Kuma. Saya beruntung berada di kerumunan itu, sempat menyapa 2 aktifis JongArsitek! Danny wicaksono dengan t-shirt bertuliskan “architects day out” (kalau tidak salah, memang arsitek sekali orang ini,hehe), dan paskalis krisno a, si arsitek muda berkaki cantik yang rupanya mengenakan kemeja yang sama dengan saya (d’oh).

2 jam sebelum acara yang dimulai pukul 4 sore itu dimulai, lobby sudah penuh dengan rombongan-rombongan arsitek dan mahasiswa arsitektur, dan 30 menit sebelum acara arsitek dan mahasiswa yang penuh antisipasi sudah mengerumuni pintu masuk studio blitz megaplex, para panitia sibuk dan cemas karena waktu persiapan yang sangat singkat. FYI sebelum dipakai untuk kuliah umum, ruang studio tetap dipakai untuk pertunjukan bioskop reguler seperti biasa (bisa jadi pelajaran, untuk mengadakan acara public lecture di gedung bioskop waktu persiapan sangat terbatas).

Para arsitek ternama di indonesia pun tidak luput dari magnet acara ini, nampak andra matin, ridwan kamil, budi pradono, yori antar, yu sing, dan masih banyak yang lain berbaur dalam kerumunan. Yang menarik perhatian dari para arsitek dan mahasiswa arsitektur ini bahwa ternyata mereka biarpun mata berkantung, gaya berpakaian tetap tidak dilupakan, stylish :) sekalian cari jodoh kayanya ya.

Pintu studio akhirnya dibuka, dengan sayup-sayup background music dari shugo tokumaru. danny wicaksono meminta para peserta kuliah umum untuk bergegas ke kursi masing-masing. dilanjutkan sedikit sambutan dari ridwan kamil, akhirnya dimulai juga kuliah umum dari Kengo Kuma.

Kengo ternyata berpostur cukup tinggi, dengan setelan hitam-hitam. di awal kuliah kengo agak kesulitan menyesuaikan diri dengan remote control slide, dan anehnya background music dari shugo tokumaru masih berputar saat dia mulai kuliah hehe.

Kuliah umum

Bahasa inggris Kengo cukup baik dan bisa difahami, walaupun saya harus beradaptasi dengan logat jepangnya beberapa saat. Kengo membuka kuliah dengan menyatakan bahwa ciri dari arsitektur abad-20 adalah Internationality dan ciri arsitektur dari abad-21 adalah Locality (tanpa menyebutkan alasannya).  Lalu dia mulai menjelaskan satu persatu proyeknya, yang bisa saya catat dan ingat :

1. Water/glass house.

Terinspirasi oleh Bruno Taut, yang karyanya “bertetangga” dengan karya kengo kuma ini yaitu Atami Hyuga Villa. Bruno taut berkata bahwa : “the beauty of eastern architecture is the relationship between architecture and nature, not the shape” Kengo membuat hubungan yang erat antara lingkungan (air/langit) dan arsitektur dengan membuat dinding total dari kaca, arsitektur seperti melebur dengan alam, tidak menguasainya. penjelasan yang lengkap ada disini

2. Ando hiroshige museum

Rain on Travelers

Ando hiroshige adalah seniman lukis besar dari jepang, Frank Lloyd Wright adalah salah satu kolektor dari lukisan-lukisan hiroshige. ia menggunakan teknik “super juxtaposition” dalam menggambar, bukan dengan teknik “perspective” yang banyak di pakai orang barat. Super juxtaposition ini membuat gambar dalam layer-layer / lapisan-lapisan. kengo kuma mengadaptasi teknik hiroshige melukiskan hujan dalam gambar Rain on Travelers dalam bangunan dengan membuat dinding dan atap berupa garis-garis menyerupai lapisan hujan.

3. Adobe repository for wooden buddha

Penggunaan material adobe (tanah liat) yang diambil dari site sangat sustainable, karena tidak memerlukan pengangkutan, karena eksploitasi, dan pengolahan langsung dari site. Dan material ini bisa mengontrol kelembaban tanpa menggunakan pengatur udara buatan.

4. Lotus House

Menggunakan material batu bukan untuk elemen struktural, tapi untuk elemen screening. “nonmonumental and transparent ways of building with stone” katanya, merombak pemikiran lama bahwa konstruksi dengan batu adalah selalu masif dan berat.

5. Nezu museum

jalan omote sando

nezu museum

Nezu museum terletak di jalan omote sando, merupakan jalan yang ramai dan berisik, sehingga suasana sepi dan damai perlu di ciptakan. mengambil konsep roji yaitu sebuah konsep desain taman tradisional di jepang yang menarik pikiran dan perhatian dari dunia luar untuk mendapatkan ketenangan.

6. Asakusa tourist centre

asakusa temple

asakusa culture and tourist center by kengo kuma

Berbentuk atap pelana yang bertumpuk, mengorientasikan diri pada kuil di asakusa.

7. Great Bamboo wall house

great (bamboo) wall house

Sebuah proyek rumah tinggal yang berlokasi di dekat tembok besar cina. kengo kuma merespon secara simbolik tembok cina yang merupakan “pembatas” cina yang kokoh dan kuat kemudian melakukan kontras dengan material bambu yang ringan dan transparan yang menjadi “pembatas” rumah. Seluruh strukturterbuat dari bambu, budi pradono yang ditunjuk untuk menangani riset dan pemasangan bambu.

8. Yusuhara wooden bridge museum


Struktur terinsprasi dari jembatan kayu tradisional jepang.

9. Granada performing arts centre


Terinspirasi dari buah granada (delima) dan istana alhambra

10.   V&A museum dundee


Klien menginginkan “the bilbao effect” dari arsitektur ini, dapat dilihat dari bentukan massa bangunan yang mencolok. bangunan merupakan ruang publik yang fleksibel dan multifungsi. Seperti bangunan kengo kuma yang lain, dengan facad berupa tumpukan blok beton/batu yang tipis terlihat kengo kuma bermain dengan transparansi, ventilasi dan cahaya alami.

Kutipan

ada beberapa kalimat Kengo Kuma yang sempat saya kutip :

“Asian method of architecture : harmony between architecture and nature”

sama seperti pernyataan bruno taut, bahwa keunggulan dari metoda arsitektur asia adalah melakukan harmoni dan hubungan erat dengan alam, tidak menguasai alam seperti tradisi rasionalis dari barat.

“I don’t believe in drawing, because drawing is just a drawing”

merupakan pendapat kengo kuma dalam proses desain, dia tidak suka mendesain melalui gambar, karena gambar hanyalah representasi dua  dimensi dari bentuk arsitektur yang setidaknya 3 dimensi. Dia lebih suka bereksplorasi menggunakan model-model (maket).

“don’t cut the landscape, because it kills the nature”

sesuai dengan pelajaran ekologi yang didapat di kampus arsitektur :D

“architects give response/reply to the cultural questions, not making statements”

menggelitik, karena respon / reply terhadap budaya setempat pun bisa disebut statements bukan? mungkin maksudnya ditujukan pada arsitektur yang tidak peduli pada unsur lokal, dan menjadi alien di lahannya sendiri.

“green architecture kills locality”

pernyataan ini cukup menarik, mungkin kengo kuma menyatakan ini pada green architecture sebagai style, bukan sebagai esensi, atau mungkin juga pada arsitek-arsitek yang sok green, entahlah, karena gaya arsitektur dari kengo kuma sendiri pun sangat sustainable.

“doing cultural study by being friend with the locals, not studying the locals, collaborate with the locals”

studi tentang budaya lokal tidak bisa dilakukan hanya di ruang perpustakaan dan dari jarak jauh, tapi sebaiknya dari dekat dan melibatkan unsur lokal secara partisipatif.

selesai(?)

selesai? lho, sudah selesai? ternyata kuliah umum Kengo Kuma memang terbatas sekali waktunya hanya 2 jam, serasa belum dapat ilmu apa-apa, kentang. saya pulang dalam keadaan masih lapar dan haus, dan dari banyaknya kerumunan arsitek-arsitek yang masih berada di luar studio dan belum berniat pulang nampaknya mereka juga merasakan hal yang sama, semoga kuliah umum arsitek dunia berikutnya bisa lebih mendalam dan lama dan murah sukur-sukur gratis, amin hehe.

 

Advertisements

6 responses to “(a late post) Tentang kuliah umum Kengo Kuma

  1. jadiii, akyu mau comment di blog baru kamyu tapi kalo gada acc disana ga bisa comment jadi comment nya disini… :3

    hantu2nya pake baju pastel ya… mungkin kamyu adalah muka rambo hati rinto, rinto harahap hihi…

    salam kenal ya can, blognya seru.. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s