mata-telinga manakah yang lebih meruang?

ukuran / karakteristik ruang lebih bersifat psikologis daripada fisik, perasaan meruang adalah sebuah kombinasi antara pengalaman inderawi dan pengetahuan(?), sehingga ruang adalah sesuatu yang personal. Ruang pribadi bersifat eksistensial, misal : ketika duduk di sebuah cafe yang jarak antar meja cukup rapat, orang bisa mendengar segala sesuatu yang diperbincangkan orang lain. Ketika perbincangan itu dapat kita dengar dan dapat kita pahami, ruang pribadi kita terasa “dimasuki/terganggu” oleh keberadaan orang lain (yang berbincang tadi), sehingga ruang personal terasa ‘mengecil’ kita tidak merasa aman lagi. Semisal kita merasa terganggu, lalu memutar mp3 player, ruang personal kita ‘membesar’ kembali, kita mendapatkan rasa aman itu lagi, karena orang lain yang mengganggu ruang personal kita, digantikan oleh musik yang kita kenali, yang kita sadari bukanlah orang lain (subjek lain) namun merupakan objek yaitu musik. indera pengelihatan terbukti berpengaruh besar terhadap ukuran psikologis ruang. Sementara indera pengelihatan, lebih cenderung memperlakukan orang lain (subjek) sebagai sebuah objek. misal segerombolan manusia yang lalu lalang, jika kita melihatnya, maka kita akan menganggap mereka adalah segerombolan objek, sementara jika mereka berbicara, dan pembicaraan tersebut dapat kita tangkap, maka orang ini lalu menjadi subjek, yang bisa mengancam ruang personal kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s