gundah eksistensial

Bagaimana kamu akan menghabiskan sisa hidupmu?

Bagaimana kamu menikmati hidup dengan penuh kesadaran bahwa kamu akan mati?

Kesadaran eksistensial itu berusaha menangkap, menghentikan waktu.

Padahal waktu selalu bergulir. lalu bagaimana? menyadari keberguliran? Menikmati kehidupan apakah harus sadar?

Apa begitu saja menikmati hidup sepenuhnya tanpa perlu sadar akan eksistensi? Menikmati hidup sepenuhnya membuat kita terhanyut, lupa akan eksistensi kita yang hidup karena kita pasti mati.

Tanpa kepastian akan kematian, eksistensi tidak ada artinya apa2. Terang tiada arti tanpa gelap, siang tiada arti tanpa malam.

Namun kesadaran akan eksistensi tanpa ada aktivitas / action. Kita hanya berdiam diri menyadari eksistensi, akan tidak ada artinya.

Keseimbangan antara menjalani/menikmati hidup dan kesadaran akan hidup itu perlu.

teis dibantu dengan ibadah

ateis melakukan apa?

meditasi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s