tentang sabrina

pikiran jika tidak dituliskan, dibekukan dalam alfabet kadang menguap seperti mimpi. dimana semakin berusaha diingat, semakin cepat dia terbang menghilang. di era informasi, ingatan temporer dihujani oleh info bertubi-tubi dari berbagai media, pikiran-pikiran yang tidak diendapkan akan digantikan oleh informasi yang bahkan kebanyakan sampah dan tidak kita perlukan. tapi menuliskan pemikiran itu tidak gampang, pikiran dikepala bukanlah hal yang linear, ketika dituliskan kita memaksa pikiran untuk menjadi linear, tidak mudah namun bisa dilatih. karenanya kali ini saya berusaha untuk menuliskan beberapa pikiran acak yang bisa saya ingat hari ini.

tentang sabrina.

pagi tadi saya nongkrong di warung dimsum di samping hotel horison semarang dan sayup-sayup terdengar lantunan sabrina menyanyikan lagu maroon 5 dengan manis manja bawaannya jadi gemes pengen iket-iket, gantungin ngangkang trus tabokin pantatnya *maalah bdsm* :|
kalian tentu semua pernah dengar penyanyi bersuara lembut cenderung lempeng yang menyanyikan lagu-lagu populer dengan dentingan gitar dan piano akustik ini. hampir semua ruang publik tidak ada yang lolos dari lantunan biduanita yang ternyata bernama sabrina. untuk pendengar musik ‘easy listening’ cd sabrina menjadi rujukan dan laris manis, sementara untuk pendengar musik yang lebih serius kebanyakan mencela habis musik dari sabrina karena tidak adanya originalitas lah, terlalu biasa lah dkk.

lalu mengapa sabrina begitu populer yah?
sepertinya semua orang bisa melakukan apa yang dia lakukan, bernyanyi lagu-lagu top40 dengan gitar kopong saja, lalu dimana nilai jualnya?

Sebagai musisi, dalam berkarya tentu saja ingin mendapat perhatian, agar mendapat perhatian musisi mengasah skill agar menonjol dari yang lain, semakin lama semakin mengasah diri agar lebih jago sehingga tanpa sadar yang bisa memahami musiknya adalah dia sendiri. untuk menjadi menonjol mengasah skill memang bukan satu-satunya jalan, masih banyak cara kreatif yang lain. ya memang pilihan personal untuk melakukan eksplorasi apapun itu. semakin jauh eksplorasi, semakin berbeda, semakin sulit, semakin musik tersebut meminta perhatian entah karena sulit dipahami ataukan karena memang indah. sementara, kadang musik diperlukan untuk membangun suasana, menjadi latar belakang, menjadi hal yang ada namun tidak disadari. seperti oksigen, keberadaannya sungguh penting, namun seperti tidak disadari dalam keseharian, baru disadari ketika dia hilang.

begitu pula dengan sabrina. musiknya memang diciptakan supaya tidak menonjol, jika kita sedang ngobrol di sebuah ruang publik, mendengar musiknya tidak membuat kita menghentikan pembicaraan. jika sedang berjalan di mall, musiknya menyatu dengan riuh rendah manusia lalu lalang, tidak menambah ruwet perhatian. tempat-tempat publik membutuhkan musik yang semacam itu, sifatnya sebagai latar belakang, menjadi satu dengan arsitektur, menjadi satu dengan interior, bukan menjadi sebuah point of interest baru. karena itu banyak sekali ruang publik yang memutar musik sabrina ini, karena dinilai akan meningkatkan kualitas suasana yang dibentuk oleh kombinasi visual (interior) dan audio (lagu-lagu) secara sadar ataupun tidak sadar.

namun yang menjadi salah kaprah. ketika sabrina begitu populer karena disetel di hampir semua ruang publik. promotor melihat peluang ini. bagaimana jika sabrina diberikan kesempatan untuk manggung di indonesia, tentunya banyak peminatnya dong, tiket laris, pundi-pundi rupiah siap ditimbun. dapat dijamin, pertunjukannya akan kurang menarik. karena musik sabrina bukanlah musik yang disiapkan untuk menjadi pusat perhatian. dengan memberikannya panggung, perhatian terpusat padanya, dan musik sabrina pun kehilangan esensinya.

nb:ini bukan pembelaan atas musik sabrina, tapi sekedar deskripsi dan sedikit analisis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s