There’s beauty in apocalypse and death

Fuck. Sudah terlalu lama tempat ini tidak terisi oleh omong kosong saya. Ada banyak ide tulisan dan draft mentah yang direncanakan untuk diposting tapi malah tertunda dan dilupakan. Memang benar pepatah “don’t think just do”.
So I’m just gonna do it. Tanpa draft dan rencana. Semoga bakal banyak omong kosong yang tertampung. Tulisan ini diketik dari hp android cina kesayangan sambil beol pagi di hari yang ceria.

Saya akan bercerita tentang mimpi saya (lagi). Mimpi itu seperti ngentot dikala mabok. Kenikmatannya sering terlupa, yang terasa hanya sisa-sisa lendir, perih dan perasaan bersalah *apeu*

Jadi.. didalam mimpi ini, saya mengikuti sebuah pertandingan mixed martial arts tanpa proper training. Saya mengikuti pertandingan itu untuk mendapat pengakuan dari teman dan saudara bahwa saya mampu melakukan sesuatu dan berani. Keluarga dan teman berkumpul menonton. Saya sudah berada di ring dengan perasaan bimbang bahwa saya mungkin saja mati di pertandingan ini. Suara gemuruh penonton, bau keringat, udaranya yang panas dan lembab tergambar dengan jelas.

Mordor

Tibatiba terjadi gempa! Pertandingan belum dimulai dan penonton kocarkacir. Saya berlari sambil serabutan menolong anak teman saya yang masih balita. Saya keluar ruangan berdesakan dengan tumpah ruah manusia panik berlari tak tentu arah. Dari kejauhan terlihat sebuah gunung hitam meluapkan lahar merah lurus ke langit. Panasnya terasa di muka. Langit hitam bumi goncang. Dan kilatan lahar merah yang muncrat menyalanyala. Saya berlindung dibalik batu sembari memeluk anak balita itu. Saat situasi tenang saya menengok ke gunung, dia tak lagi menumpahkan lahar. Saya bernafas lega dan bersandar pada batu besar. Namun tak lama dari bibir gunung itu muncul bola cahaya yang keluar seperti balon udara. Bulat namun melayang perlahan. Seperti bintang kecil. Iya, melayang naik, membentuk lengkung di langit. Terlihat indah, namun ternyata bola cahaya itu terjatuh didaerah dekat tempat saya berlindung. Dan muncul ledakan besar seperti ledakan nuklir. Tsunami! Saya tergulung terbawa air. Anak balita itu terhanyut arus terlepas dari pegangan tangan saya :( .

(sebenarnya banyak event terjadi saat ini tapi saya sudah melupakannya)

lalu entah darimana ada tangan gadis jepang cilik yang mengulur menolong, berusaha meraih saya dari gulungan arus. Saya raih dan dia mengajak saya membonceng di sepeda mininya untuk naik ke tebing tinggi di atas bukit. semakin keatas bunyi hirukpikuk bencana perlahan menghilang. Dari atas tebing terlihat gunung besar seperti mordor yang memuntahkan bolabola cahaya kesegala arah. Menghancurkan apapun yang ada dibawah. Langit bermega kemerahan. Tsunami menggulung peradaban. Pemandangan yang mengerikan namun benarbenar indah.

Dd_butoh

Dengan sepedanya si gadis gadis jepang ini membonceng saya ke puncak tebing dimana ada ratusan penari butoh membakar diri dengan jerami lalu berlarian dengan senang, melompat dari atas tebing seperti pinguin melompat ke laut. Mereka melompat dengan slow motion dengan gaya yang indah dan wajah tersenyum lebar. Mereka mengorbankan diri untuk persembahan kepada gunung agar menghentikan bencana. Terlihat ada seorang penari butoh tua yang tergopohgopoh diantar keluarga untuk membakar diri. Wajahnya nampak bahagia dan penuh harap. Dia melompat dengan tubuh terbakar, senyum yang lebar seperti berkata “terima kasih..”

Advertisements

One response to “There’s beauty in apocalypse and death

  1. Istimewa, yg sering kubayangkan malah ini mas, perapatan-perapatan lampu merah berpengeras suara yang sekarang semakin rame di semarang. mereka difungsikan sebagai penyebar berita tentang kondisi pandemi virus apokaliptik. jalanan yang lengang, matahari sore, manusia ketakutan didalam rumah takut terjangkiti virus hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s