sometimes you just gotta roll the dice

Processingdevotion

Kali ini saya ingin menulis mengenai “happy accidents”. Ini saya alami saat saya sedang belajar Processing sebuah visual programming language. Mungkin yang sudah familiar dengan Adobe Flash, ini seperti actionscript, namun memberi lebih banyak kemungkinan interaktif. Jadi Processing ini semacam jembatan yang menghubungkan antara computer science dan art.

Processing yang merupakan bahasa programming, juga merupakan sebuah sistem yang deterministik. Kita harus membuat sebuah algoritma, yaitu sebuah sistem perintah yang dapat dipahami komputer. Seperti kita tahu, komputer hanya tau perintah betul/salah dalam bentuk kode biner (01010010 00101 100101) sementara manusia berbicara dengan bahasa dengan struktur yang sangat kompleks, jadi ada perbedaan signifikan antara bahasa komputer dan bahasa manusia. Programming Language adalah bahasa yang menghubungkan antara bahasa manusia dan bahasa komputer tersebut.

Sistem yang deterministik adalah sistem dengan sebab-akibat yang jelas, contohnya adalah sebuah jam, setiap bagian memiliki fungsi yang pasti, jika kita lepas salah satu giginya saja, maka jam tersebut tidak dapat bekerja, bahasa programming pun begitu, setiap huruf/code yang kita tulis harus memiliki fungsi yang pasti dan berpengaruh pada sistem.

Nah, didalam membuat sebuah perintah dalam bahasa yang deterministik, kita sudah mempunyai langkah-langkah yang direncanakan, dan langkah-langkah itu kadang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, membuat kita frustasi karena menemukan jalan buntu, namun ternyata ada 2 jenis kesalahan, “sad accidents” dan “happy accidents”, atau kesemuanya mungkin sebenarnya adalah “happy accidents” yang belum kita tahu? Hehe entahlah. Yang saya maksud dengan “sad accidents” adalah kesalahan yang tidak membawa kita kemana-mana, sebuah jalan buntu, sementara “happy accidents” adalah hasil dari program yang kita tulis berbeda dengan yang kita inginkan, namun ternyata membuka kemungkinan-kemungkinan baru. Ini bisa terlihat jika kita memiliki pikiran yang terbuka, tidak kaku. Jika berpikir dengan kaku mungkin kita hanya akan mengutuk kesalahan dan mencoba menulis ulang program yang kita buat, jika berpikir terbuka kita melihat ada kesempatan dan kemungkinan baru dari kesalahan yang kita buat tersebut.

Rewind sedikit. Manusia berbudaya, menciptakan sistem ilmu pengetahuan saintifik, yang salah satu tujuannya membuat manusia bisa meramalkan hal-hal yang akan terjadi, dan manusia bisa bersiap untuk menghadapinya. Atau dengan sudut pandang yang lain, manusia bisa mendapatkan hasil yang sudah diperkirakan dari hal-hal yang direncanakan sebelumnya. Misal : rekayasa genetik, membuat semangka menjadi tanpa biji, sehingga menjadi mudah dimakan, dan lain-lain. Keinginan dan kemampuan manusia untuk menguasai alam untuk kebutuhan diri itu membuat manusia kadang lupa bahwa alam semesta tidak bekerja seperti jam yang deterministik, ada banyak hal yang tidak dapat diramalkan oleh manusia. Keinginan untuk selalu memiliki kontrol atas alam dan segala sesuatu itu seperti memakai “kacamata kuda”, kita akan melakukan hal-hal secara terarah, sesuai dengan tujuan yang kita inginkan, tapi menutup mata terhadap kemungkinan lain, perspektif menjadi sempit. Mungkin saja tujuan yang kita inginkan itu salah, dan jalan lain adalah jalan yang benar. Hal itu tidak bisa kita lihat jika kita memakai “kacamata kuda”. Dengan melepas “kacamata kuda” ini, kita bisa memahami adanya kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa jadi lebih baik/bermanfaat/keren daripada tujuan awal kita. contoh : transistor awalnya adalah alat yang digunakan untuk alat bantu dengar, namun kini menjadi komponen utama dari industri elektronik dan komputer. Internet, awalnya adalah sebuah protocol komunikasi internal, kini menjadi jaringan yang begitu besar dan menjadi penanda jaman.

Jadi untuk “melampaui” apa yang kita pikir kita mampu, kita harus menyadari bahwa kita tidak punya sepenuhnya kontrol, bisa jadi semakin kita ingin melakukan kontrol terhadap segala sesuatu, semakin kecil pula kemungkinan-kemungkinan baru yang tidak kita perkirakan akan muncul. Kita seperti harus menghargai kompleksitas semesta, bahwa logika kita tidak ada artinya dibandingkan dengannya.

seperti kata Paul.

Bt-bg

sometimes you just gotta roll the dice..”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s