notes from Humming Mad #7 (HARSH)

481315_528561473833449_1120438739_n

it’s hard to put it in words, how people meet, how inspration comes, how love breathes, gak ada yang tahu dimana atau kapan. banyak yang bilang, gak ada yang namanya kebetulan, semua pasti ada maksudnya. yah, tapi bisa jadi itu hanya romantisme pemberian makna pada hal yang sebetulnya random. manusia selalu menciptakan pola jika tak ada pola, menciptakan makna jika tak ada makna.

siapa sangka, saya mendapat pencerahan di tempat ini, disebuah kafe yang nyelempit di pusat kemang, dimana saya muterin kemang 2x baru ketemu tempatnya. sudah lama saya ingin datang ke acara bikinan teman-teman dari we-hum collective, dan secara kebetulan ternyata saat saya ada di jakarta, pada tanggal 2 januari 2013 mereka membuat acara Humming Mad 7 (HARSH). penampil utama adalah pairs. dari shanghai. sepasang pemain drum dan gitar laki perempuan. belum pernah denger musiknya sih tapi kayanya menarik, dan penampil lainnya adalah neowax (american 90s indie rock) dari bandung, mataharibisu (ambient/electropop), augusta (noise/experimental), dan sangsaka worship (noise/jamming/performing arts) gitu lah.

bagi saya highlight dari malam itu adalah pairs, sangsaka worship, dan neowax. neowax tidak akan saya komentari karena mereka memiliki kualitas yang tidak diragukan mumpuni di genrenya. yang menarik bagi saya adalah penampilan pairs dan sangsaka worship, bagi saya konsep mereka seperti bertolak belakang, detilnya akan saya ceritakan nanti.

sangsaka worship terdiri dari 4 personil yang memainkan drum, bas, gitar, synthesizer dan vokal. mereka memainkan musik semacam noise jamming yang ritmis dengan loop dari synthesizer dan wall of noise dari gitar. vokalis mereka melakukan semacam performance art menggunakan berbagai alat seperti kain, senter, stoking, melepas dan memakai baju, berlarian, lompat, tertawa, menangis, berpose, menari tradisional, berenang, lirik dibacakan dari headline koran, penampilan yang jadi seakan penuh simbol. menarik dan seru. selain menikmati noise kita dipaksa berpikir mengenai ada makna apakah dibalik performance dari vokalisnya tersebut.

sementara berbeda dengan sangsaka worship yang membuat kita berkerut dan berpikir mengenai simbol,

pairs, terdiri dari sepasang lelaki caucasian pada drum/vokal dan perempuan asian pada gitar. memainkan musik semacan post-punk/no-wave(?) memainkan musik yang sangat straightforward. gitar berupa downstroke powerchords sederhana, beat drum yang punk-ish dan cepat, lirik yang dinyanyikan oleh vokalis benar-benar to the point, seperti bercerita atau curhat dengan teman saja, sering kali menjadi emosional dan berteriak salah satu judul lagunya kalau ga salah berjudul “my friend’s father is dead”(?). sudah lama saya tidak merasakan musik yang sebegitu jujur dan unpretentious. tidak berusaha “menjadi bagus” atau berusaha “menjadi jelek”. apa adanya. ternyata kejujuran itu indah dan berseni ya. bukannya musik yang teknikal dan rumit itu buruk. tapi musik jujur ini memberi kenikmatan atau keindahan yang berbeda. seperti membandingkan makan french gourmet di resto berbintang dan makan sashimi tuna segar di kapal nelayan. sama-sama nikmat.

nah kejujuran dalam bermusik ini benar-benar menginspirasi. membuat saya bergairah.

bobo yuk.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s