Kisah Masa Kecil dengan Kebencian pada Oasis dan Kecintaan pada Weezer.

Saya besar sebagai anak yang pemalu. Hal yang paling saya benci adalah bertemu orang baru. Bahkan membuka pintu untuk tamu adalah hal yang begitu berat untuk dilakukan, jika diberi pilihan saya akan memilih lari maraton daripada menyambut tamu. Being socially awkward membuat saya tidak punya banyak teman. Dan saya selalu bertanya-tanya kenapa saya kurang bisa bergaul membuat sering mengutuk eksistensi. Hilang percaya diri.

Ketidakpercayadirian itu mendapat pelarian yang baik yaitu buku. Karena dengan membaca buku, orang akan segan berinteraksi. Buku saya fungsikan sebagai tameng pergaulan (sampai sekarang kalau ini). Saya tumbuh menjadi seorang yang pacifist. Selalu menghindari konflik. Tidak ingin muncul, memilih menjadi background, hilang kalau perlu.

Waktu kecil saya dipaksa les piano oleh orang tua. Tanpa ada semangat karena saya engga ngerti tujuan saya bermain piano. Malas, tapi karena lebih malas berkonflik saya menurut saja. Beberapa lama sejak saya les piano, suatu hari di tv saya melihat videoklip dari Greenday dan The Offspring. Waw, ini baru musik keren, mereka memainkan alat musik dengan distorsi kencang. Wah mereka band rock dengan gitar listrik! Saya lalu abandon les piano karena menganggap piano sama sekali engga cool (yang belakangan terbukti saya salah). Kemudian beralih belajar gitar secara otodidak, meminjam gitar teman saat pesantren kilat, lalu mulai ngulik band-band dengan gitar.

Dengan sifat yang pemalu itu saya kesulitan berekspresi. Saya selalu takut salah omong, takut salah berlaku, jadi memilih diam dan memendam. Ternyata dengan musik saya bisa berekspresi, karena dengan lagu kita bisa mengekspresikan perasaan dengan nada-nada, menyanyikan lagu lantang-lantang, tanpa orang perlu tahu apa maksudnya. Dan memang sejak awal bermain gitar saya bermain hanya untuk diri sendiri. Jadi lebih sering memainkan jari mencari chord-chord aneh yang bunyinya enak daripada ngulik lagu band tertentu yang disukai orang. Saya bermusik untuk diri saya sendiri, bukan untuk orang lain. Jadi kalau saya bermain gitar saya suka mojok sendiri dengan posisi gitar mendatar agar suaranya mudah diterima telinga. Dan paling benci jika saya disuruh memainkan sebuah lagu. Saya tidak bisa, saya tidak bergitar untuk kalian.

Pada masa itu (SMP) mau tidak mau disekolah saya harus bersosialisasi, lalu teman-teman menyadari saya bisa bermain gitar. Tawaran untuk berkumpul dan bermain dalam band bermunculan. Dalam pikir, untuk memainkan musik yang lebih kompleks saya tentu saya tidak bisa sendiri, baiklah saya ternyata perlu manusia lain. Akhirnya saya bermain band. Pada saat itu band-band inggris ala britpop sedang berjaya. Saya sebenarnya tidak merasa related dengan band-band inggris pada masa itu terutama Oasis, karena gaya Liam Gallagher yang sok asik, dan Noel Gallagher yang arogan. Saya benci ke-aroganan. sama sekali engga cool. Don’t get me wrong, saya cukup suka dengan lagu Oasis, attitudenya aja yang engga. Mungkin karena pribadi saya yang introvert dan pemalu, jauh dari ke-cool-an. Menjadi arogan tentu saja pertama harus percaya diri, saya orangnya rendah diri jadinya gak nyambung. Hey tapi bener apa kata orang kalau semakin kamu benci sesuatu, semakin kamu didekatkan padanya. Saya ternyata diminta teman untuk membantu sebuah Oasis cover band sebagai bassplayer :|

Image

tuh muka si liam gallagher di atas, tengil-tengil arogan gitu, iya-iya pasti cewe-cewe pada keleper-kepeler but not me. malah bikin saya pengen garuk-garuk peler. arogansi itu engga cool buat saya.

Yah apaboleh buat, daripada engga ngeband, saya dengan terpaksa harus belajar lagu-lagu Oasis. Hal pertama yang harus dilakukan tentu saja adalah beli kasetnya. Saya meluncur ke toko kaset terdekat, dan sepintas ada band dengan foto depan personilnya berponi, wah ini pasti Oasis. tanpa pikir panjang saya beli. Ternyata… salah, itu ada kaset dari Weezer – Blue Album. :|

Image

weezer garage

Secara fisik kaset Weezer – Blue Album ini sangat sederhana. Cover depan hanya memuat foto band, sementara cover dalam hanya ada garasi dimana Weezer biasa latihan. Tanpa ada lirik atau apapun didalamnya. Dari foto ruang latihan yang berantakan itu dan gambar artwork di drumset yang cupu, rasanya band ini begitu humble dan accessible, seperti band di seberang rumah, bukan band yang sangar, nampak rockstar dan unreachable.

Hey! masuk akal kan kalau salah beli, itu tampang Rivers Cuomo dengan tangan dibelakang (nomer 2 dari kiri) mirip banget sama Noel Gallagher kalau dari jauh ya kan?! ya kan??! Nevertheless saya putar kasetnya dan…. instant love! Ini way better dari Oasis mah! lagu pertama My Name Is Jonas, dengan petikan gitar akustik dan distorsi gitar menghentak, membuat hati saya yang lemah luluh lantak. Lalu coba simak lirik lagu anthem orang putus ini

The World Has Turned and Left Me Here : 

The world has turned and left me here
Just where I was before you appeared
And in your place an empty space
has filled the void behind my face

I just made love with your sweet memory
One thousand times in my head
You said you loved it more than ever
You said
You remain, turned away
Turning further every dayI talked for hours to your wallet photograph
And you just listened
You laughed enchanted by my intellect
Or maybe you didn’t
You remain, turned away
Turning further every day

Do you believe what I sing now?

Lirik lagu tersebut seperti dinyanyikan oleh cowo yang diputusin dan masih ngarep. ahaha. kasian! karena mereka sepertinya patut dikasihani, saya jadi related. lalu lagu Buddy Holly yang klipnya ternyata sering saya lihat di MTV namun saya engga ngeh, bikin mood berbunga kembali. Dan gongnya adalah hits Say It Ain’t So bercerita tentang anxiety Cuomo yang melihat botol bir di kulkas yang dalam pikirnya jangan-jangan menandakan ayah angkatnya ternyata alkoholik seperti ayah biologis yang kemudian bercerai dengan ibunya. Yang lebih memesona adalah klip dari Say It Ain’t So yang di arahkan oleh Sophie Muller ini benar-benar menangkap attitude dari Weezer secara sempurna, setidaknya bagi saya. Dalam klip itu Weezer bermain di sebuah ruangan yang sepertinya ruang cuci yang sempit, bahkan saat mereka main tidak mengganggu si penghuni rumah untuk tetap meneruskan kegiatan cuci-mencuci haha. Personil Weezer nampak cupu dengan Rivers Cuomo bertubuh kecil dan tidak terlalu tinggi, Pat Wilson yang gendut berkacamata terlihat awkward di belakang drumset, lalu Matt Sharp sebagai bass player nampak sibuk dengan diri sendiri, dan gitaris Brian Bell yang kurus terlihat cukup rockstar namun tersertifikasi menjadi geek karena kaosnya adalah helm stormtroppers di salah satu scene. Lalu klip di akhiri dengan Rivers Cuomo yang nyedot susu kotak (bukannya minum beer atau merusak alat seperti kebanyakan rockstar)

SEMPURNA :D

Weezer menjadi semacam validation (eh cek short movie Validation ini di youtube, keren deh) bagi saya bahwa ternyata gak harus jadi sok rockstar atau arogan untuk menjadi pemain band. Ternyata dengan menjadi diri sendiri yang socially awkward dan rendah diri bisa juga ko ngeband. Semenjak itu saya tidak merasa minder dengan ke kurang sosialan saya. FYI waktu SMP saya jarang ke kantin, lebih suka di kelas membaca ensiklopedi yang tebal-tebal. Tas saya adalah tas koper president karena saya tidak suka buku-buku yang lungset karena dibawa dengan tas ransel. Celana smp saya pendek pembagian sekolah, kumis sudah mulai tumbuh, napas dan keringat ber-bau cukup kuat. Hal itu sekarang tidak membuat saya minder, tapi membuat saya merasa cool menjadi diri sendiri. Weezer telah mengubah hidup saya. Apalagi pada 8 Januari 2013 lalu, Weezer akhirnya datang ke jakarta. Saya tidak dapat menahan air mata yang mengalir deras hingga saya sesenggukan dan bahkan tidak mempunyai tenaga lagi untuk singalong, karena beban rindu pada band ini selama belasan tahun akhirnya terlepaskan juga :’). Akan saya ceritakan pengalaman menonton Weezer di postingan selanjutnya saja. Dibawah saya cantumkan video dari Weezer “Say it Ain’t So”

ENJOY.

=w=

Advertisements

11 responses to “Kisah Masa Kecil dengan Kebencian pada Oasis dan Kecintaan pada Weezer.

  1. Mas, kayaknya suka baca & belajar ya? Ikutan kuliah online Coursera dari Stanford deh, atau EdX (MIT & Harvard). Itu mata kuliahnya seru2 abis, mulai dari mekanika quantum sampe history of arts, dari introductory human physiology sampe food and economics, mulai dari sustainable agriculture management sampe post-modernism. Pokoknya seru. Dan GRATIS. Alamatnya: https://www.coursera.org/. Kayaknya cocok buat kamu deh. Aku udah ikut soalnya #bukan promosi. Hehehe ^^V

  2. pengen nanya. penting ya? kayanya aslinya ga gini2 amat deh (pencitraan?)

    Saya besar sebagai anak yang pemalu. Hal yang paling saya benci adalah bertemu orang baru. Bahkan membuka pintu untuk tamu adalah hal yang begitu berat untuk dilakukan, jika diberi pilihan saya akan memilih lari maraton daripada menyambut tamu. Being socially awkward membuat saya tidak punya banyak teman. Dan saya selalu bertanya-tanya kenapa saya kurang bisa bergaul membuat sering mengutuk eksistensi. Hilang percaya diri.

    katanya gak mau nikah, kawin, having relation to any kind of feeling and afraid to be committed tapi kok

    Lirik lagu tersebut seperti dinyanyikan oleh cowo yang diputusin dan masih ngarep. ahaha. kasian! karena mereka sepertinya patut dikasihani, saya jadi related.

    help. i dont understand what part of you that’s real.

    thanks

    • you don’t know my childhood itu ga boong.

      weezer band favorit masa sma, lebih relatednya pas waktu itu, jadi nostalgia gitu sekarang. dan tambahan lagi. fokusnya bukan di “putus dan masih ngarepnya”, tp “mereka perlu dikasihaninya”, a loser tp bikin band, engga mesti karena putus dkknya itu itu yg bikin related.

  3. Pingback: … saatnya kembali ke rumah lama | Champion Of Delay·

  4. Pingback: Remah-remah Hidup Dalam Lantunan Nada | Champion Of Delay·

  5. Meskipun gaya liam & noel seperti itu, tapi di lihat dong prestasi oasis. Wezzer jauh mah ! Chris martin, alex tuner, lionel messi, c.ronaldo, w.rooney, alex del piero, dll mereka angkat topi buat oasis. Hanya orang idiot yg membenci oasis hahaha !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s