Wahai Para Pengangguran Sedunia, Bersatulah!

philosophersCouch-717791

Siapapun yang membaca ini, dan sedang tidak bekerja, tidak menghamba pada jam 9 hingga 5, tidak menanti akhir minggu karena setiap hari adalah liburan, jangan berkecil hati. karena masa depan dunia ada ditangan kalian para pengangguran.

Selama ini pengangguran selalu di stigma oleh masyarakat sebagai suatu hal yang melulu negatif, dianggap pemalas, orang yang tidak berguna, tidak memiliki masa depan. Tanpa disadari bahwa garda depan kemanusiaan yang mempengaruhi mereka para pencibir itu bisa jadi malah disetir oleh para pengangguran ini. Bagaimana bisa?

Penganggur memiliki suatu potensi yang tidak dimiliki oleh orang yang bekerja yaitu waktu luang yang melimpah ruah. Waktu luang ini memang bermata ganda, bisa menguntungkan bisa juga merugikan. Yang jadi masalah orang kebanyakan selalu melihat sisi yang merugikan saja, bahwa waktu luang harus segera disubstitusi dengan waktu bekerja. Padahal belum tentu itu benar!

Mengapa manusia bekerja? jawaban paling jamak tentunya untuk mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan. Di dunia post-industrial seperti sekarang semua hal harus dibeli dengan uang bukan? Ini memang benar. Tapi apa benar manusia butuh uang sebanyak itu? apakah kebutuhan yang mereka anggap kebutuhan itu memang sejatinya kebutuhan ataukah hanya keinginan? Yang lebih sering, uang dipakai untuk memenuhi keinginan dan konsumerisme yang tiada ujungnya. Manusia bekerja memang betul, namun sekarang manusia menjadi gila kerja. Semua hal selain bekerja dan kegiatan menumpuk uang seakan tersisih dan tidak penting. Manusia menjadi seperti tupai yang berlari di roda, berlari sekencang apapun namun sebenarnya diam ditempat. Berlari dalam arti bekerja segiat apapun sehebat apapun, duit sebanyak apapun dikumpul, namun tetap ditempat, bahagia tidak didapat. Pandangan orang bekerja menjadi begitu sempit karena mereka tidak memiliki waktu luang, tidak memiliki waktu untuk berpikir bebas. Akhir minggu (satu-satunya waktu luang) dipakai untuk menghibur diri dan melepas lelah. Kondisi ini yang entah sengaja diciptakan atau tidak, membuat manusia menjadi budak-budak ekonomi. Tidak memiliki ruang gerak. Selalu tertekan. Selalu dipaksa berlari mengejar sesuatu, hingga akhir hayat. Apa jadinya jika semua umat manusia adalah budak-budak korporasi dan pengeruk uang? Kemanusiaan ter-reduksi hanya menjadi aspek ekonomi. Nilai-nilai kemanusiaan yang lain seakan dianak-tirikan

Lain halnya dengan pengangguran. Pengangguran memiliki suatu pedang sakti maha ampuh yang bernama waktu luang. Suatu kekayaan yang tidak dimiliki para budak pekerja. Dengan waktu luang kita bisa berpetualang menembus langit imajinasi dalam lamunan. Untuk memandang, menangisi atau menertawakan kemanusiaan dari ketinggian. Pilihan ada ditangan kita! bayangkan kebebasan yang dimiliki oleh kita para penganggur adalah luar biasa! kita tidak perlu tunduk pada bos apapun, bos kita adalah diri kita sendiri. Kebebasan kita adalah tanggung jawab kita sendiri, iya, seperti kebebasan sartrian. Kata sartre, dengan menjadi bebas berarti kita sepenuhnya bertanggung jawab pada apapun yang kita lakukan. Kita tidak bisa menyalahkan bos jika kita mengambil jalan yang salah. Semua adalah tanggung jawab kita sendiri. Waktu luang kita adalah milik kita sendiri. Dengan waktu luang kita bisa menjadi sadar, seperti Neo dalam The Matrix. Kesadaran kadang pahit. Namun dengan kesadaran kita dapat meraih yang otentik, yang sejati, bukan artifisial. Kebahagiaan artifisial yang saya maksut adalah kebahagiaan pekerja diamana dia akhirnya memperoleh gaji. Namun gaji itu hanya sejenak dia miliki untuk dia habiskan dalam kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan. Uang hanya lewat di rekening, dan mereka kembali kosong, bukan hanya rekening yang kosong tapi jiwanya juga kosong. Pengangguran bisa belajar meraih kebahagiaan tanpa uang, ini hanya salah satu pilihan yang bisa diraih dari waktu luang. Waktu luang bisa dimanfaatkan untuk memperdalam seni budaya, menulis, melukis, berfilosofi, memikirkan kemanusiaan dan sendi-sendinya, yang tentunya sulit dilakukan oleh budak-budak yang sibuk bekerja.

Karenanya sekali lagi janganlah berkecil hati wahai para pengangguran! Masa depan kemanusiaan di tangan kalian!

Advertisements

3 responses to “Wahai Para Pengangguran Sedunia, Bersatulah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s